Ia tidak betah tinggal di jantung kota, baginya kota metropolitan hanya dipenuhi keriuhan mengejar materi, ketenaran, dan kepalsuan. Ia pun memutuskan pergi ke desa untuk mencari dunia lain; dunia yang jauh dari hiruk pikuk kemunafikan kota. Perjalanan hijrah yang berani di saat kesempatan menjadi bagian keriuhan kota sudah di tangan. Ia sebetulnya memiliki semuanya-kecantikan, kepandaian, dan …