Kami sedang mencari rumah kontrakan untuk Keijiro. Kami tertarik mengunjungi sebuah rumah yang menghadap ke arah laut. Kelihatannya menyenangkn. Di kota pinggir laut yang tenang itu terdapat hotel kecil yang nyaman, kafe bagus, dan toko roti yang enak. Namun apa yang terjadi? Di rumah nomor 4 yang kami kunjungi, tergeletak sesosok mayat perempuan setengah baya. Apa yang terjadi?
Dalam Masyarakat Sastra Indonesia,Navis tersohor sebagai pencemooh nomor wahid.dalam sebagian besar cerpennya,ciri itu amat menonjol,tak terkecuali dalam kumpulan cerpen terbarunya ini