Dewasa ini kesadaran dari putra putri komponen anak bangsa mulai terkikis dan teralihkan ke visual digital pesawat genggam budaya dan alam Nusantara yang seharusnya dilestarikan dan dijaga menunjukkan indikasi ke arah yang semakin menurun Bangsa Indonesia merupakan negara dengan beragam budaya dan kekayaan alam budaya budaya lokal yang ada di Nusantara muncul dan eksis terlebih dulu sedangkan b…
Dewasa ini kesadaran dari putra putri komponen anak bangsa mulai terkikis dan teralihkan ke visual digital pesawat genggam budaya dan alam Nusantara yang seharusnya dilestarikan dan dijaga menunjukkan indikasi ke arah yang semakin menurun Bangsa Indonesia merupakan negara dengan beragam budaya dan kekayaan alam budaya budaya lokal yang ada di Nusantara muncul dan eksis terlebih dulu sedangkan b…
Buku Lakon Asmaraloka menghidupkan kembali cerita-cerita klasik dunia pewayangan yang sarat dengan nuansa cinta dan asmara. Melalui kisah-kisah yang menggetarkan jiwa, pembaca diajak menjelajahi ragam perasaan cinta—dari yang membahagiakan hingga yang menyiksa hati. Dalam balutan konflik dan romansa, pembaca akan menemui kisah Trijata dengan cintanya yang bertepuk sebelah tangan, perjalanan a…
Kejadian tentang adanya hubungan antara manusia dengan mahluk-mahluk tak kasat mata yang bisanya disebut sebagai hantu memanglah nyata adanya. Manusia yang sengaja maupun tak sengaja masuk ke alam gaib dan bertemu dengan mahluk halus adalah sebuah keniscayaan. Semua ini menunjukkan kalau di alam dunia ini terdapat kehidupan lain yang tak hanya didiami oleh manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan saj…
Tunjung adalah nama lain dari bunga teratai, tempat hidup bunga ini mengapung di kolam atau di telaga. Kelebihan dari teratai adalah bisa bertahan hidup melebihi usia manusia, namun sekuat apapun tanaman bunga ini tanpa adanya air hidupnya akan sia-sia. Bagaimana jadinya teratai tanpa telaga, tanpa air, sudah tentu ia akan merana. Demikian juga inti dalam cerita TUNJUNG TANPA TELAGA, tokoh Aku …
Kisa sejarah ini berlatar pada tahun 1445 Masehi, tepat menjelang keruntuhan Keraton Majapahit. Pada masa itu, perkembangan agama Islam di daerah kekuasaan Majapahit sangat pesat. Hal ini membuat pemerintah Majapahit memiliki ide untuk membuat menteri yang bertugas khusus untuk mengurus agama Islam. Sebelumnya, Majapahit sendiri telah memiliki menteri khusus untuk mengurus agama Budha dan Hindu.