“Perempuan selalu memiliki sedikit pilihan, bahkan seringkali tidak memiliki pilihan. Pun dengan Lamia. Hati Lamia terluka ketika ibunya tiada. Dan kemudian ayahnya hendak menjual toko buku kesayangannya. Bagi Lamia, buku merupakan bagian dari sejarah hidup. Lenyapnya buku membuat separuh jiwanya terbang. Ditambah lagi sang ayah mengajak Lamia pindah ke desa. la tinggalkan cita-cita yang he…